9 November 2014

~ ceRacau minGgu..~

Posted in harumhutan tagged , , , pada 10:52 oleh harumhutan

Ini bukan soal peduli atau tidak peduli,toleransi atau tidak toleransi, individu atau masing masing,agama atau tak beragama,kebebabasan ataupun tak bebas dinegri ini,negri indonesia tercinta tempat dimana saya dilahirkan dan menetap disini[sampai saat ini].

Pemerintahan baru sudah dimulai dengan segala konsekuensinya,aturannya dan pro kontranya yang biasa terjadi dan akan selalu begitu dalam hidup ini.

Masih inget kolom KTP ? lihat kolom agama, saat ini masih ada,konon katanya kelak akan dihapuskan,entah dengan alasan apa,tapi baiklah akan selalu begitu jika ganti pimpinan maka akan ganti pula rulenya,ada yang menanggapinya biasa ada yang menolak dihapus, kalo saya setuju dengan opsi ke 2 menolak, kolom itu akan memudahkan dalam pendataan sebenernya, tapi jikapun pada akhirnya akan dihapuskan mau dikata apa?

Selama kolom agama tercantum sudahkah kita berbuat sesuai dengan agama yang tercantum dikolom tersebut?berperilaku,bertutur,berbuat ?atau bahkan tak perduli..sehingga pantaslah jika kolom agama tersebut dihapuskan karna kenyataannya banyak yang beragama tapi perbuatannya seperti tak punya agama..😦

Lalu ketika mushola dan masjid ditolak ataupun gereja juga tempat ibadah yang lainnya di gusur,kalian menjerit,slama ini kmana saja?saat bangunan itu masih kokoh berdiri,dipanggil dengan seruan adzan tak pernah mendatangi,dipanggil dengan lonceng atau apapun itu tak pernah datang untuk menemui Tuhanmu dirumahnya.

Masih ingat dengan rekan rekan di bali yang dilarang menggenakan jilbab diperusahaan tempatnya bekerja? Para pemimpin dibali harusnya tau jika jilbab adalah kewajiban bagi wanita muslim,atau mereka belum paham dengan pancasila?undang undang dasar dan pasal pasalnya?adalah hak dan kebebasan bagi warga negara untuk memeluk agamanya maka ketika ia hendak melakukan sesuai agamanya kenapa dilarang?

Ini bukan tentang teologi,bukan tentang islam yang konon katanya merupakan agama terbesar diindonesia,atau tentang rasis yang selalu menjadi bumerang jika menyinggungnya,tapi ini tentang keprihatinan saya melihat fenomena yang saat ini terjadi.

Maka pergilah ke tempat tempat ibadah saat suara adzan memanggil penuhilah rumahnya,sebelum menyesal karna dilarang,berjilbablah sebelum dilarang,pergilah ke gereja,ke kelenteng,ke vihara.berperilakulah yang baik dan sopan sesuai agamamu,bertutur katalah yang lembut yang tak menyakiti siapaun yang mendengarnya,tunjukkan bahwa aku,kamu,kita,kalian memang pantas mendapatkan itu sehingga pelarangan itu tak perlu terjadi,sehingga penyesalanmu tak akan ada.

Mari jadi orang baik dan benar karna  hidup ini hanyalah persinggahan sementara,semoga Allah merahmati kita smua..[ pinjem kalimatnya ya aL :)]

 

 

 

5 Komentar »

  1. prih said,

    Terima kasih Jeng Wiend, pengingat kasihnya
    >> kembali kasih ibu priku..**jadi malu,ini hanya ceracau anak hutan ibu..
    Tergugu membacanya, karena termasuk yang suka melalaikan panggilanNya.
    >> manusiawi,sayapun demikian,*djewer kuping sendiri…:D
    Salam
    >>salam sayang🙂

  2. Dunia Ely said,

    Aamin🙂
    >> thats better..danke u kak🙂

  3. capung2 said,

    sya cma bs berdoa, smoga pemerintahan ini kedepannya semakin jelas, arah dan tujuannya (yaitu kesejahteraan),
    >> aamiin,kita punya kekuatan doa dan itu satu satunya yang bisa dilakukan oleh rakyat ..
    bukannya mengobok-obok yg justru membuat keresahan dan polemik yg menguras energi percuma.
    >>sayangnya para pejabat negri ini suka sekali membuat polemik baru yang seharusnya tak diperlukan ya mas,ga kreatif..😦

  4. chris13jkt said,

    Memang masih banyak terjadi begitu ya Wiend,
    >> ya om masih
    dipanggil beribadah cuek
    >> ya,selalu menunda nunda
    tapi sekalinya ada hal-hal duniawi yang seolah menyangkut agama barulah jadi ribut 😦
    >>kurangnya pemahaman bagi sang pemeluk agama tentang agamanya sendiri..

  5. sunarno2010 said,

    terima kasih Wiend sentilannya
    >>oops…apa ini sentilan,maaf tak bermaksud demikian..
    kadang aku lupa tak segera memenuhi panggilan itu
    >>mari pak sama sama benahi diri,memenuhi penggilanNYa..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: