1 April 2014

~ Raudah…~

Posted in wisata hati tagged , , pada 08:10 oleh harumhutan

Selama dimadinah pikiran saya terus melayang ke Raudah,dimana raudah? saya tanya ke ustad pembimbing,untuk wanita nanti kesana tapi pembimbingnya sedang tidak ada,maka saya terus berdoa,ya allah mudahkan kami menuju raudah,ya Rasul ijinkan kami ke raudah.

Pagi itu selepas subuh,dan sarapan,aku,ibu dan ibu teman sekamar memakai pakaian hitam hitam menuju raudah,ternyata pas sampai diloby hotel tidak ada rombongan dari travel kami,ini entah kami yang terlambat atau mreka yang belum datang?sebab informasi jam 08.00 was sudah harus berkumpul,sedangkan saat itu kami turun jam 08.15 terlambat,sehingga saya mengambil keputusan untuk menuju raudah sendiri.

 

Jadilah saya membawa 2 ibu sepuh menuju raudah,sempat nyasar juga salah pintu,sehingga bertanya-tanya,dikarnakan saya salah ikut rombongan dikira mau ke raudah tak tahunya entah kemana :D. Dan ternyata Raudah ada di pintu 25 pintu usman bin afan tempat kami masuk ke dalam masjid nabawi setiap harinya *tepok jidat sendiri 🙂

Perasaan berdebar, dengan doa yang terus terpanjat agar dimudahkan membawa langkah langkah kami,tidak mudah bagi saya karna harus membawa ibu saya yang sudah sepuh serta ibu yang satu yang sifatnya juga berbeda sehingga saya banyak meredam ego dan meredam diri dari amarah karna perbedaan pendapat. Pintu Raudah sudah terbuka, dan sudah banyak jamaah yang berkumpul,saya salah masuk barisan , saya duduk di orang-orang arab,askar berteriak..”melayu..! melayu ke sini…menunjuk aku,dan 2 ibu, ooh saya salah masuk barisan, dan bergeser ke barisan n melayu 😀

 

Kami masih harus menunggu sampai askar memberi isyarat untuk maju dan masuk,dan benar diperlukan kesabaran disini juga fisik,karna masya allah penuh dan siap siap berjibaku dengan kaum arab,turkey,pakistan dll yang badannya lebih besar besar,setelah menunggu lama rombongan dari melayu dipanggil,kamipun beringsut bergegas maju,saya menarik tangan ibu saya, dan ibu 1 lagi,alhamdulilah bisa masuk dan terus berdesakan hingga sampai kedalam,target saya karpet hijau dahulu,sambil bersholawat tak terasa saya menangis,ibu dan saya liat hampir smua jamaah menangis disini,ya rasul saya sampai ke raudah juga setelah bersusah payah,saya mencoba sholat disini,setelah sholat ternyata tubuh saya dan ibu tergerak kedepan dan lebih depan lagi hingga pembatas,maka pecahlah tangis saya,tak perduli dengan desak-desakan,tak perduli dengan diinjak injak kaki,dan ada ibu yang memberi saya dan ibu untuk sholat tepat di depan raudah,maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan? saya pun bersyukur untuk itu kemudahan ini.

Dengan perasaan haru biru,diantara sholawat dan tangis para jamaah yang lain saya terus memanjatkan doa,berterimakasi pada nabi tercinta,mengagumi untuk smua,kepada abubakar shidiq,umar bin khatab yang berjuang demi dien islam yang sampai sekarang masih terjaga ,duh saya tak bisa bicara banyak disini,selain tangis haru,*menulis ini membuat saya masih menangis seolah olah ada disana…

Setelah dirasa cukup dan memberi kesempatan pada jamaah yang lain,kamipun menuju pintu keluar dengan berdesak desakan kembali,tapi tidak sesulit saat masuk,para askar lebih ramah jika kami kluar,untuk para lansia dan para disable yang menggunakan kursi roda diberi kemudahan dengan jalur khusus.Ada rasa lega setelah dari sini,ada rasa damai dan tenang, begitu sampai dipintu kluar saya memeluk 2 ibu, saya bilang terimakasi dan alhamdulilah kita bisa sampai diraudah dan bisa sholat disana,tangispun pecah,meski kami belum puas setidaknya perjalalanan tadi menjadi bekal buat saya.Seperti theletubies kami berpelukan meluapkan kegembiraan dan keharuan bersama.Ya Rasul kelak kami akan kembali lagi ke sini dan akan mengenal lebih jauh lagi dan lebih baik lagi….terimaksi untuk kemudahan ini ya Rabb,ya rasul..

“Ya nabi salam alaika
Ya rassool salam alayka
Ya habeeb salam alayka
Salawatol lah alayka

 

Iklan

8 Komentar »

  1. capung2 said,

    klo sudah terbenam dgn ruhiyah spt itu trus disentuh sja dgn bacaan shalawat nabi, kiranya hanya tangisan yg akan membuncah kemudian..
    >> iyah mas bener itu,melarut dan melangutkan jiwa disetiap tempat2 itu 🙂

  2. prih said,

    Merasakan haru dan syukur Jeng Wiend menikmati Raudah.
    >>alhamdulilah matur nembah suwun ibu.. 🙂
    Salam hangat
    >>salam sayang ..

  3. chris13jkt said,

    Wah membaca tulisan ini akupun ikut larut dalam haru, Wiend
    >> kasih tissue…jangan ngeces ya om 😛
    trimakasi om sudah ikut larut dalam haru 🙂

  4. jimmykokong said,

      andai bisa naik pesawat terbang..
      >> jimyy…takut juga ama ketinggian?? oh may god…., jadi penasaran kenapa ya bisa pada takut ketinggian sehingga takut naek pswt terbang 🙄
  5. mandor said,

    saya masih merindukan saat-saat ke tanah suci itu.
    >>smoga kerinduannya segera trobati.. 🙂
    Semoga saya diberi kesempatan untuk melakukannya di sana
    >>aamiin yra…insya allah bisa mas,minta ke allah ya biar diundang jadi tamuNya 🙂

  6. duniaely said,

    emang rombongan travelnya sdh berangkat duluan ya Wind?
    >> ga tau kak,kmaren itu pas keloby jam 8.15 ga ada,entah uda duluan atau belum pd datang,tapi aku pergi aja 😀

  7. duniaely said,

    wah … berani jg ya WInd pergi tanpa mereka?
    >>berani kakaaaak,kalo ga gitu aku ga ke raudah dong 😛
    tapi ya kadnag memang hrs berani ngambil keputusan ya, kl enggak bakalan melongo dong nunggu terus
    >> yapz,betul itu,selama itu kebaikan knapa tidak,tak harus bersama team sendiri juga hayuks aja akumah,jamaah bandel ya aku 😀

    • duniaely said,

      ya nggak jg, termasuk jamaah yg berani ngambil keputusan tepat 😛
      >> he..he…bismilah aja kak 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: