2 Februari 2014

~ pubLik service…~

Posted in harumhutan tagged pada 08:54 oleh harumhutan

Jika bicara mengenai pelayanan,yang tergambar adalah tempat dan ruang yang nyaman,dengan senyum ramah para custumer servicenya ya,itu yang sangat ideal sekali seharusnya.Sayangnya tidak smua publik service menerapkan hal yang demikian.

Sabtu lalu,saya harus mendatangi kantor pusat sebuah perusahaan publik service yang cukup ternama,oh bukan cukup tapi sudah sangat ternama dan terkenal,sejak layanan onlinenya distop tanpa alasan,maka para konsumen diwajibkan membayar ke kantor pusat. Tidak pernah terlintas dipikiran saya ketika memasuki gerbang bersama guyuran hujan di pagi itu antrian sudah mengular diluar gedung.

pick : wi3nd

Tanpa pelindung ruangan,kami para konsumen mengantri untuk melakukan pembayaran,satpam hanya tersenyum tanpa peduli ibu- ibu yang membawa anak kecil dalam antrian,maka payung payung menjadi pelindung ditengah antrian.Sunggu ironi dan miris sekali pelayanan kantor yang punya nama ini.

gedung dalam tak dioperasikan entah apa maksudnya,membiarkan para pelanggan kehujanan, .Tak seharusnya pelayanan publik memperlakukan buruk kepada para planggan yang sudah setia menggunakan jasanya,membayar tak boleh telat,jika telat didenda 10%, uang lebih tak dikembalikan sekalipun hanyan recehan 400 rupiah,wow sungguh sempurna negeri ini dalam pelayanan terhadap publiknya.

Tak banyak berharap dan berhayal untuk pelayanan yang sempurna,jika para petugas dan petinggi tutup mata untuk hal tersebut,oh indonesiaku…..

Iklan

17 Komentar »

  1. emmachan24 said,

    miris yaa melihat pelayanan publik negri ini 😦
    >> begitulah emma,indonesia dan pelayanannya,meski tida smua demikian ya…

  2. Yudi said,

    wah, kasihan yg sampai hujan-hujanan…
    >>iyah kasihan yua πŸ˜€

  3. duniaely said,

    sungguh terlalu WInd apa yg mereka lakukan,
    >> iya terlaluuuu kak..*bang haji.mode.on πŸ˜€
    baru tahu rasa kalau semua pelanggan meninggalkan mereka kali ya
    >> kalo ditinggalin ga ada air dooong hiks..dilema

  4. duniaely said,

    ya itu susahnya Wind kl Cuma ada satu aja layanannya,
    >> nah itu dia belum ada pesaingnya dan sepertinya sih ga akan ada kak,karna dikuasai negara kan..

    jd mereka setega itu ya,
    >>iyah tegaaa banget,satpam cuma ketawa aja,pelayanannya juga ga bilang maaf atao apa ya diem aja..

    itu bener sdh terlalu lho WInd berdiri di luar antri hujan hujanan bgt
    >>ya kak,kasian yang bawa anak kecil keujanan,payung semana sih nahannya?kalo aku sih ketauan suka ujan jadi ga masalah πŸ˜€

  5. capung2 said,

    klo bicara ttg negri ini, banyak mengelus dada rasanya.. padahal bila memahami bhw setiap pekerjaan, baik itu pelayanan bentuknya adalah suatu ibadah niscaya nantinya akan mendatangkan keberkahan buat negri.
    >>betul mas,harus banyak istiqfar ya,dan jika mreka menyadari secara tidak langsung gaji yang mereka trima adalah dari pembayaran para konsumen dan itu masuk kedalam daging dan mengalir kedarah,bisa dibayangkan jika kami tidak ikhlas dan mendumel πŸ™‚

  6. ketika sebuah instansi adalah raja nya monopoli, maka hal inilah yang didapat pelanggan
    begitu arogan nya kah mereka ?
    ( ini bukan pertanyaan, namun pernyataan, gitu khan Wi3nd ?)
    >> he he..ya bunda pernyataan πŸ™‚
    apa kabar Wi3nd cay?
    >> alhamdulilah sehat bunda ly,hope you too *peluk

    semoga selalu sehat dan sukses yaa….
    >>aamiin,trimakasi pun demikian dengan bunda sehat selalu dalam lindungaNYa

    walaupun hampir seabad kita tak saling sapa disini πŸ™‚
    > he he..masih menyapa dalam doa πŸ™‚
    salam
    >>peluk cium untuk bunda,trimakasi sudah menyempatkan waktunya mengunjungi hutan:)

  7. prih said,

    Duh teganya menjamu pelanggan dengan barisan berhujan….
    >> ya bu,sungguh teganya -teganya*nyanyi.com πŸ˜€
    Salam hangat di dingin hujan Jeng
    >>tarik kemul klukupan,salam sayang ibu πŸ™‚

  8. Pakde Cholik said,

    Public service hanya manis dibibir ya Nduk
    >> he he..injih dhe,meski nda smua begitu πŸ™‚
    Akan kalah bersaing dengan yang lain jika pelayanannya tak segera dibenahi
    >>bener dhe,lambat laun akan tenggelam jika pelayanan masih buruk..
    Apa kabar ?
    >> alhamdulilah sehat dhe,matur suwun,semogapun dg pakdhe dan budhe disana πŸ™‚

    Salam hangat dari Surabaya
    >>salam sayang dhe..

  9. sunarno2010 said,

    teringat waktu saya jadi tukang kecil, kepuasan pelanggan adalah yang lebih utama, meskipun resikonya banyak diuber-uber order yang harus diselesaikan
    >>perjuangannya itu ya pak,pantang mundur meski diuber uber planggan malah menjadikan itu sebagai semangat ya.. πŸ™‚

  10. sunarno2010 said,

    kemudian badan pegel-pegel, lumayan lah masih bisa untuk traktir teman
    >>wah badan pegel masih bisa traktir teman baik skali bapak :)**barakallah pak

  11. Nisa said,

    waah… coba kasih masukan langsung ke pihak kantor nya aja mbak..
    >>ga mempan,pada cuex kita ngedumel aja bodo amat dek..
    biar gak terulang kaya gitu lagi,, kasian kalau musti ujan2an gitu…
    >>semoga aja bisa sadar,kalo ga juga nanti saat membayar lagi aku kan komplain dan bilang aku masukin koran loh kalo layanannya gini πŸ˜€

  12. mandor said,

    Ya begitulah suasana negrimu ini. Pelayanan publik seakan-akan dijadikan tempat untuk menyiksa dan memeras.
    >>negeri kita bang mandor πŸ˜€ cantik ya pelayanannya….
    siapa melayani kok jadi terbalik ya
    >> ya begitulah kenyataan yang ada,pelayanan yang sempurna yang disajikan..

    bang mandor apa kabaarr..,trimakasi sudah mau singgah dihutan kembali πŸ™‚

  13. Mas Jier said,

    Apa pun yang terjadi, jangan sampai kehilangan cinta pada negeri ini.
    # korban film tentang nasionalisme “Tanah Surga … katanya”
    >> yah mau bagaimana lagi lahir dan besar di negeri ini,mau ga mau ya harus cinta toh *lah terpaksa jadinya πŸ˜€

    hal seperti itu terjadi setiap bulan, dan tak ada evaluasi untuk pelayanan yang lebih baik ke depannya. Miris sekali
    >>begitulah,carut marutnya negeri ini bahkan pelayananpun tak sesuai dengan motto yang disandangnya…

    trimakasi sudah singgah dihutan ya πŸ™‚

  14. Begitulah….
    >>yah..begitulah kenyataannya ya hen.. 😦

    Aku sering bertanya, bukankah mereka bertugas melayani masyarakat kok ini malah apa-apa suruh bayar, contoh kasus saat aku kemalingan awal tahun lalu, no money no action deh,
    >>satu lagi dari sekian banyak publik service yang carut marut dinegeri ini,uang adalah segalanya.. 😦

    padahal secara logika dia tahu aku kesusahan lho….harusnya dibantu, tapi it’sok-lah…memang begitu cuma disayangkan saja πŸ™‚
    >>>>tidak sesuai dengan motootnya yang melayani masyarakat,sahabat masyarakat bla..bla.. lucu ya negeri kita ini hen,terbolak balik hiks

  15. chris13jkt said,

    Kondisi demikian menjadi pemandangan umum di negeri ini, hampir semuanya memberikan pelayanan buruk.
    >> iyah om,miris ya om pelayanan publik dinegeri ini 😦
    Entah kapan bisa berubah.
    >> tak banyak berharap kapan berubah ya om..

  16. Antrinya sampe keluar gitu ya wiend, hujan pula sepertinya ya…
    >>memang diluar put antrinya,tanpa tempat bernaung, yang didalam ga dipake,bukan sepertinya tapi memang hujan put πŸ˜€

  17. Tj said,

    Bukanya Public Service ya mbak πŸ˜€
    sama customer πŸ˜†


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: