20 Juni 2013

~ standarisasi…~

Posted in keseHataN.. tagged , , , , , pada 11:30 oleh harumhutan

Pernah kerumah sakit? atau pernah membesuk rekan,sodara atau siapalah yang sakit? aku pernah. Suka memperhatikan sekitar kamar atau ruangan rumah sakitnya? aku sering,bahkan sangat, biasanya hal pertama yang aku lihat adalah kamar mandinya atau toiletnya,lalu ruangannya,lalu sekitarnya,kalo soal pelayanan itu pasti akan mengikut jika ruangan tersebut tertata rapi dan bersih.

Jadi apa maksudnya? tak ada maksud tertentu,tapi mari kita perhatikan pelayanan rumah sakit,khususnya makanan untuk pasien dan cara penyajianya. Suka memperhatikan tidak? nah ini ada beberapa contoh penyajian menu makanan rumah sakit yang pernah terlihat saat membesuk atau saat dirawat.

Jika diperhatikan, ada beberapa Rumah sakit dijakarta yang masih belum memakai standarisasi tempat makan dan cara penyajian menu yang masih asal asalan,sehingga membuat sipasien enggan memakannya,tak perlu dipungkiri jika makanan di rumah sakit itu anta alias tak berasa,seandainya cara penyajian dan tempat makan yang sesuai setidaknya menarik bagi sipasien tentulah akan membuat selera makan si pasien meningkat.

Disalah satu rumah sakit aku melihat menu makananan yang disajikan dengan tempat seperti pada gambar dibawah,saat aku tanya kepada pasien, ” kamu mau makan itu? jawabnya tidak..gak selera.. 😦

sajian rs kartinicontoh tempat makan dan menu serta cara penyajian salah satu rumah sakit yang menurutku sangat tak ingin memakannya,dibuat dengan asal,padahal ini sangat berpengaruh ke pasien,bahkan ada juga tutup gelas yang sudah somplak masih dipakainya*miris. Gizi pada pasien itu sangat diperlukan saat di rawat bukan? bahkan selalu ditanya makannya habis tidak? nah jika seperti itu mana selera? padahal pasien mengeluarkan tak sedikit uang untuk biaya selama di rumah sakit.

Bandingkan dengan yang ini.dengan sajian dan tempat makan yang layak, serta penyajiannya yang menarik tentu selera makan sang pasien bisa tergugah meski sedikit,ini salah satu menu makanan Rs yang sudah berskala internasional katanya :

sajian menu rs premiermenarik bukan?dikemas dengan sedemikian rupa,ini sih si tante aja abis melahab makanan tersebut,pasien feel like a hommie,karna tempat makan yang disajikan seperti di rumah.Nah yang trakhir adalah contoh menu dan cara penyajian makanan di rumah sakit yang biasa aku bermalam,kelasnya sama dengan contoh menu makanan yang pertama

 

menu

Terlihat berbeda kan? selera makan sang pasien masih tergugah dengan melihat menu makanan tersebut,cara menatanya dibuat apik,dan dikemas dengan sangat higenis,meski rasanya yah bgitu, namanya juga makanan sehat.

Sahabat hutaners tentu akan memilih contoh no 2 dan 3 kan untuk cara penyajian menu makanan di RS?

Tidakkah pihak rumah sakit memperhatikan itu? memperhatikan cara penyajian,tempat makan dan kemasan bagi para pasien yang dirawat di tempatnya? bagi ku ini termasuk penting, jangan hanya mengedepankan pelayanan,dokter,tempat dan yang lainnya,karna menu makanan,cara penyajian merupakan satu kesatuan membuat pasien cepat pulih.

Lalu sudah adakah standarisasi tempat makan dan cara penyajian di setiap rumah sakit? semoga saja kelak akan ada.

**salam sehat,dari sudut rumah sakit..**

Iklan

23 Komentar »

  1. LJ said,

    aamiin, semoga harapan wiend agar terjadi perbaikan dalam penyajian makanan di setiap rumah sakit akan tercapai.

    >> aamiin bun,sangat miris karna menu dan kemasan makanan yang disajikan masih belum layak di beberapa RS,padahal kami,mreka smua membayar dengan tidak sedikit biaya..

    sementara ini masih pake tagline, ada rupa ada harga.. 😛
    >> tagline itu harusnya sudah diganti,we serve you better # eh ini taglinenya siapa ya 😀

  2. Susanti Dewi said,

    Belum lagi dalam cara proses memasaknya ya, apakah proses memasaknya sudah benar dan juga higienis?

    >> nah aku belum pernah sampe masuk ke dapurnya baru sampe depan dan tidak boleh masuk mba, jadi belum tau untuk kehieginisannya.

    Memang harus banyak yg diperhatikan oleh pihak rumah sakit, mulai dari pelayanan sampai ke makanan.
    >> ya karna smua itu mencakup satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan saling terkait..

    Tapi utk RSUD, jgnkan melirik masalah makanan, pelayanan saja kadang tak memuaskan, apalagi yg dilayani adalah orang “kecil”

    >> ga juga mba,ada salah satu RS terkenal di jakarta sana juga sama kok,tidak memuaskan,swasta padahal,baik playanan maupun makanannya dan kemasannya,jadi sebenernya tergantung dari managemen RSnya.., sayangnya aku belum pernah ke RSUD..kapan bisa liat ya?

  3. Alid Abdul said,

    yang pake tray stainless rata2 rumah sakit umum milik pemerintah hahhaha…
    >> oh ya? tapi ga juga loh lid,ada kok yang swasta pake itu.. 🙂

    maklum pake jamkesmas jadi pelayanannya asal-asalan.
    >> miris ya klo playanan seperti itu,padahal jamkesmas itu juga program mreka,mreka juga layak mendapat pelayanan yang benar

    Tapi rata-rata neh yak orang yg saya jenguk jarang makan makanan yg disediakan dari RS.
    >> waduh ini pasien bandel ya , tapi iyah sih karna rasanya kali ya..

    mereka lebih memilih beli makanan sendiri. hmm
    >> nah ini yang seharusnya jadi catatan khusus bagi smua Rs,berartikan playanan RS tsbt tidak bagus 😦

  4. capung2 said,

    standarisasi yg tentunya sngat penting buat si pasien dan tentunya buat penunggunya…
    g>>> sangat penting bagi smua ya mas, karna itu meliputi smua aspek dari playanan RS ybs</stron

    biasanya klo jatah pasien gag habis, ska diselesaikan makanannya oleh yang nungguin..
    >> ha ha… betuul itu, tapi klo makanannya seperti yang contoh 2 & 3 yah,klo yang pertama ga mau 😀
    #pnglmn
    >> hi hi enak ga rasanya?

    • capung2 said,

      yg sdh2 sih, makanannya sering habis mb..
      >> alhamdulilah syukurlah jika habis 🙂

      soalnya kan yg nunggu jga hrs prima badannya..
      >> betul,yang menunggu harus lebih sehat jangan sampai tepar dua duanya,dan itu pernah kejadian 😀

  5. kliknans said,

    emmm… saya jujur aja belum pernah liat langsung orang yang di rawat di rumah sakit dikasih makan kaya gitu…
    >> sekrang jadi tau kan klik 🙂

    soalnya saya belum pernah dirawat dan juga kalo ngejenguk kayanya kebetulan lagi bukan jam makan pasiennya…. ^_^
    >> emm pas kamu datang sudah slesai makan mungkin,atau belum mulai,tapi sekarang jadi tau kan 😀

    Tapi semoga semua RS bisa memberikan pelayanan yang sebaik mungkin bagi pasiennya,… 😀
    >> aamiin smoga semakin membaik sehingga yang sakit berkurang,kasian juga itu para kru RS dapat gaji dari orang orang yang sakit 😀

  6. Zippy said,

    Mungkin tergantung kelasnya kali ya.
    >>bisa jadi zip,tapi sample 1 dan 3 itu sama loh kelasnya, tapi sangat beda jauh dari segi menu dan memasak dan penyajiannya.

    Kalo kelas ekonomi, ya gitu deh makanannya 😀
    >> untuk tempat dan cara penyajiannya sama aj zi,tergantung Rs nya sekarang,meski sama sama swasta 🙂

    Itulah yang mengapa terjadi kesenjangan antara rumah sakit mahal dan tidak.
    >> nah betul,seperti yang bundo bilang dengan tag line ada harga ada ada layanan *nepok jidat

    Tapi bener kok, seharusnya rumah sakit bikin makanan yang menarik dari segi tampilan.
    Setidaknya untuk mengundang nafsu makan pasiennya 🙂
    >> hasyeeek ada yang stuju dengan opini aku he he,bener zip karna kemasan itu merupakan salah satu penentu selera makan juga 🙂

    zippy,kapan kapan bahas yang di papua ya? jadi pengen tau 🙂

  7. duniaely said,

    mata juga ikut makan ya 😛
    >> ikut dong kakak,kan yang pertama liat mata 😛

    • duniaely said,

      benar sekali, kl didandani cantik makannya juga jd lahap ya 😛
      >> he he setidaknya klo didandanin canti,selera makan jadi tergugah kak,klo lahab tidaknya yah liat menunya dulu :mrgreen:

      • duniaely said,

        sama lihat yg masak siapa ya ? 😀

        >> ha ha.. emang bisa liat gituh kokinya 🙄

  8. duniaely said,

    emang yg lagi sakit siapa ya ?
    >> bukan siapa siapa kakak,itu yang dirumah sakit :mrgreen:

    • duniaely said,

      terus itu motret makanan pasien siapa ya ? 🙄

      >> ha ha..boleh nyomot punya temen aku,mamahnya temen,ama..emm..emmm..yang trakhir itu yaa..baca lagi lebih jelasnya 😛

      • duniaely said,

        kok aku blom menemukan ya ?

        >> brarti kak ely belum bruntung,padahal jelas itu disitu 😀

      • duniaely said,

        di paragraf brp coba ? 😛
        >> emmm berapa yaa?? ayoo cari tau dengan jarimu **singing 😀

      • duniaely said,

        wadewww .. aku tanya khan krn sdh kucari cari nggak ketemu ? 🙄

  9. Masdin said,

    Kalau di Makassar sini Mas, saya sering liat seperti talang pertama di atas.
    >> halo makasar,apa kareba? ooh banyak yang masih pake yang no 1 ya? mas..:D

    Mungkin pasien emang gak banyak protes
    >> pasien ga ada yang protes sepertinya,karna sudah sakit

    tapi yang sering saya lihat makanan2 itu memang kebanyakan tersisa atau bahkan malah penunggu pasien yang menghabiskan.
    >> bener ya kebanyakan yang makan yang menunggu :D</strong>

    Kalau menunya sih sudah bagus yah, cuma cara penyajiaannya aja seperti yang mas bilang.
    >> menu makanannya belum smuanya bagus,masih ada yang asal jadi seperti sample 1 itu, nah kemasannya pun masih belum standar 🙂

    Salam kenal!
    >>salam masdin,saya perempuan panggil aja wi3nd ya 😀

    trimakasi sudah singgah di hutan 🙂

  10. archer said,

    wah makanan RS ga enaaak
    >> he he.. iyah ga enak,yang enak makanan di rumah sendiri ya:)

    kalo sakit enakan makan rujak yg pedesss hihi
    >> dijamin langsung sembuh ya makan rujak,abis itu diomelin dokternya 😀

    trimakasi sudah singgah di hutan 🙂

  11. heny said,

    Dulu saya pernah dirawat dirumah sakit,
    >> eemm..pernah juga ya hen
    tapi semoga itu yang pertama dan terakhir.
    >> aamiin yra

    Terdaftar sebagai “pasien”, adalah pengalaman yang sangat tidak mengenakkan meski menu makanan yang saya dapat tergolong baik.

    >> betul,memang sangat tidak enak,yang enak ya dirumah sendiri apapun kondisinya yah hen

    Satu hal yang juga harus menjadi perhatian pihak rumah sakit adalah soal pelayanan,

    >> ya pelayanan RS di negeri ini masih sangat minim dan kurang sangat ya**miris

    semoga tidak ada perbedaan2 antara pasien kelas atas maupun bawah.
    >> yah smoga,karna mreka smua apapun kelasnya berhak mendapat pelayanan yang sama,sehingga tak ada lagi semboyan orang miskin di larang sakit 😦

    🙂

  12. aku lagi sakit wiend…
    >> eh pu sakit?sakit apa? lekas sehat ya

    waktu aku abis melahirkan makan apa aja enak…
    >> waaah..alhamdulilah,karna mengeluarkan tenaga ekstra ya pu:)

    kuingat2 lagi oya ternyata penyajiannya emang bagus.
    >> nah kan,kemasan penyajian menentukan selera juga 🙂

    Jadi bertambah selera makan.
    >> terbukti yah pu,kemasan juga menjadi penentu selera makan

    salam ya wiend…:)
    >> waiyaikumsalam pu,syafakilah yaa 🙂

  13. papapz said,

    yups betul mbak apalagi untuk kapasitas rumah sakit daerah malah kadang lebih memprihatinkan deh 😀
    >> ternyata ya masih kurang betul pelayanan RS di negara kita ini yah yanz,miris 😦

    trimakasi sudah singgah di hutan 🙂

    • papapz said,

      iya ada harga ada rupa…
      >> nah tagline itu yang harus dirubah ya…

      kasian yang sakit tapi g dikasih pelayanan yang terbaik ..

      >> iyah malah semakin sakit jadinya bukan sehat hiks:( smoga ini bisa menjadi perhatian bagi para beginde beginde disana ya tentang playanan RS

  14. Mungkin nantinya ada chef di rumah sakit hehehe
    >> ada mas aryo chefnya, yang masak itukan para chef toh 😀

    trimakasi sudah singgah di hutan 🙂

  15. Zizy Damanik said,

    Aku setuju sih,
    >> hasyeeek kak zee stuju ama hutan 🙂

    penampilan makanan itu penting sekali.
    >> iyah kak karna pertama kali dilihat

    Pasien gak akan selera dengan tampilan berantakan.
    >> betul,sudah lagi sakit liat menu sakit juga berantakan,hilang sudah nafus makannya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: