22 Mei 2011

obat penawar judes

Posted in Pojok Kamies Pahing pada 09:14 oleh harumhutan

Sebenarnya dalam hati kecilku, terenyuh juga membaca kisah si Peri Hutan yang mendapatkan pelayanan sangat tidak mengenakkan dari para petugas front-line: ketus bin judes. Lengkap sudah deh penderitaan Peri Hutan cs.

Ya, itulah sisi kelemahan seorang pelayan masyarakat. Meskipun hatinya sedang dongkol tak seharusnya ia membagikan muka masam kepada konsumennya. Susah? Memang. Tetapi semua itu bisa dipelajari. Jadi, mari kita sama-sama belajar.

Senyum itu gratis. Artinya, tidak perlu modal uang untuk kulak senyum. Begini. Hanya perlu berlatih saja. Tiap pagi sempatkan bercermin barang 2 atau 3 menit. Tarik bibir bagian kanan-kiri sekitar 2 cm. Biarkan begitu selama 7 detik. Wagu?

Awalnya memang wagu. Latihlah sesering mungkin, hingga kekakuan bibir bagian kanan-kiri itu menjadi lentur. Semakin hari tambahkan variasi dengan sedikit memiringkan kepala, ke kiri dan ke kanan. [Kalau kamu penyuka film Mr. Bean, seperti itulah gayanya]. Lakukan semua itu di pada semua suasana hati: riang, sedih, atau biasa-biasa saja.

Sesekali praktekkan memberi senyum kepada orang-orang di sekitarmu. Lalu lihatlah perubahan yang terjadi.

Seorang filsuf dan pujangga abad 19 Ralph Waldo Emerson pernah berkata:

“Salah satu contoh saling kompensasi yang paling indah dalam hidup ini adalah kenyataan bahwa tak seorang pun yang akan mencoba membantu orang lain dengan tulus tanpa menolong dirinya sendiri.”

Seperti kejadian si Peri Hutan cs kemarin itu. Semua orang ingin merasa dirinya dibutuhkan, penting dan dihargai. Bukan diketusi atau dijudesi. Hal ini tentunya hal yang sangat manusiawi. Jika kita bisa memenuhi kebutuhan orang lain akan hal ini, pasti mereka memiliki perasaan positif terhadap diri mereka. Pokoknya, terjadi keadaan di mana kedua belah pihak merasa senang. Keuntungan lain jika bisa membuat orang lain merasa penting, mereka juga akan membalasnya dengan membuat kita merasa penting juga.

Seandainya kemarin petugas stasiun bicara dengan ramah seperti ini: “Aduh mbak… keretanya sejam lalu sudah berangkat tuh. Kalau mau bersabar, tunggu saja kereta berikutnya, tapi delapan jam lagi loh!”

Kira-kira apa yang dirasakan si Peri Hutan ya?

***********************************************************************************************************************************************************************

for DTdBS maaf harusnya ini dipost kamis pahing kmaren,karna dakunya lama tak bermain dengan mail jadilah di minggu kliwon baru tayang,maaaf yaaaa…peaceee…:)

11 Komentar »

  1. harumhutan said,

    DTdBS makasi ya udah bersimpati dengan kejadian purwokerto,dan jadi sumber tulisan🙂

    kalu si mbak itu bilangnya dengan ramah plus senyum yah aku pasti ndak mangkel tokh,palingan bilang yowes mbak pesen tiket kreta wat jam 20.00 tapi gak pake telat loch !

    lah itu jueedese poll jeh, aseem tenan! heheh…
    aku dan temenku sampe nyeplosi ;judes banged seeh mbak! baru dech abis itu dia ramah**halaah telat mbak wes kadung mangkel jeh.. sesi curhat neeh ama DTdBS😀

    stuju itu apapun yang tengah dihadapi sebagai custemer service senyum itu tetap utama,meski senyum masam, karna CS itu dituntut untuk tetap ramah, *ktauan dach profesi di peri hutan😀

    DTdBS suwun sanged njiih🙂

  2. Kakaakin said,

    Mungkin bs belajar tersenyum dari org yg suka berfoto2 narsis.😀

  3. Rein said,

    Yaahh, om DTdBs telat ngasih obatnya.. padahal kemarin dulu Rein butuh banget loh buat dikasihin sama yang judes.. hadeeuhhh.😛

    Uni Wi3nd, mari teteeuupp senyum manis😉

  4. Asop said,

    Lho lho, tunggu, kok di akhir posting-an ada Edward Cullen??😆

  5. emfajar said,

    mungkin petugas stasiunnya minta dibayar dulu baru deh senyum.. hihi

  6. septarius said,

    ..
    justru seru kalo ngadepin orang judes, bisa ngetes kesabaran..hehe..
    * efek keseringan nonton mtv boiling ama jebakan betmen..* ^^
    ..
    perasaan si peri hutan kalo foto juga gak pernah senyum deh..🙄
    ..

  7. foto narsis itu jawabannya

  8. mamung said,

    wah harusnya ditanya mbak, petugasnya asli purwokerto bukan..?
    saya yang jg dari purwokerto (tapi gak judes) jadi gak enak sama mbaknya hehe..

  9. anny said,

    Hadapi si judes, jutek dan sejenisnya memang gak bikin mood ya hehe…

  10. Uchan said,

    Masih bingung hub ilustrasi edward cullen sama isi postnya win😳

  11. fety said,

    gak gantian dijudesin petugasnya, mbak?🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: