3 Februari 2011

~pengaruh tv..~

Posted in Pojok Kamies Pahing tagged pada 02:56 oleh harumhutan

Dasrun dipusingkan tingkah anak-anaknya

Pulang kerja Dasrun mendapati rumahnya berantakan. Kedua anak lelakinya, klas 2 SD dan adiknya baru masuk TK Nol Kecil berkelahi dengan sebelumnya melakukan kejar-kejaran di dalam rumah. Istri Dasrun sampai ngap-ngapan meneriaki kedua anaknya. Ia putus asa, dan membiarkan anak-anaknya bertingkah polah semaunya.

“Bu… ibu… kamu di mana. Lihat rumah berantakan gini kok dibiarkan saja. Huh… ini lagi, asbak poselinku pecah jadi tiga… ibu…!!!” teriak Dasrun memanggil istrinya.

“Oalah…pakne..pakne..  sampeyan baru semenit saja sudah komplain rumah berantakan. Aku sejak pagi tadi ngurusi cindhil-cindhil itu,wis bolak-balik adiknya dibuat nangis. Kalau nggak rebutan mainan ya rebutan remot tipi,” jawab istri Dasrun tak kalah ketus.

Di saat kedua orang tuanya bersitegang, kedua anak itu sedang main jambak-jambakan. Sebuah perkelahian yang seru. Dasrun segera menghampiri kedua anaknya untuk dipisahkan. Dasrun memelototkan mata pada si sulung, mulut dimonyongkan, tanda kalau ia naik pitam. Tetapi meskipun dalam keadaan marah ia tidak pernah ringan tangan kepada anak-anaknya.

Selepas maghrib, Dasrun dan istrinya membawa kedua anaknya ke rumah Kiai Markum, yang tinggal di RW sebelah. Tujuan ke rumah Kiai Markum, agar kedua anaknya yang nakal itu disuwuk biar hilang nakalnya. Memang, adat kebiasaan masyarakat di mana Dasrun tinggal Pak Kiai menjadi andalan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh orang awam.

Kiai Markum tersenyum ketika mendengar alasan Dasrun datang ke rumahnya. Ia berkata kalau ia tidak bisa menyuwuk. Tetapi agar Dasrun dan istrinya tidak kecewa, Kiai Markum melakukan interograsi kepada mereka.

“Gini Das, apakah anak-anakmu itu seneng nonton tipi? Maksud saya, kamu berdua nggak mendampingi mereka waktu nonton tipi?” tanya Kiai Markum.

“Lah..nggih mboten to Kiai. Saya nggak punya waktu, seharian saya kerja. Pun dengan istri saya, sibuk dengan bisnis bikin donatnya. Jadi, anak-anak yang sakarepnya sendiri kalau lihat tipi. Emang ada apa to Kiai?” jelas Dasrun sekaligus bertanya.

“Ngene Das, pengaruh tayangan-tayangan tipi pada tingkah laku anak-anakmu jangan dianggap angin lalu, sepele. Jangan. Sepertinya mereka yang mengelola tipi itu sengaja mencari keuantungan materi semata, nggak menggubris dampak bagi penontonnya. Coba perhatikan, saban hari penonton dicekoki film, sinetron, apa itu namanya… infotainment.. terus.. ada lagi.. apa sih kok aku lali… reality show.. isinya hanya adegan kekerasan, berteriak, berantem, kemesuman, membuka aib orang,wis pokoke nggak mutu babar blas!” Kiai Markum menghela nafas.

“Lha..adegan-adegan tersebut direkam oleh otak kita, otak anak-anak kita, otak generasi muda negeri ini. Apalagi pendidikan budi pekerti sudah dilupakan. Kita sebagai orang tua, kalau memberi nasihat malah diledek. Yo ora?” Kiai Markum terbatuk, lalu meminum tehnya.

“Nggih, leres Kiai. Seingat saya waktu sekolah dulu, bangsa kita terkenal dengan bangsa yang ramah, yang beretika dan bermoral. Tapi kok sekarang tiada hari tanpa berkelahi, adu jotos,antem-anteman saja. Kampung lawan kampung, supporter bola lawan wasit, polisi melawan mahasiswa bahkan meluas ke tempatnya anggota dewan yang kita subya-subya sebagai wakil kita,” kata Dasrun.

“Itulah Das, wakil rakyat kita sepertinya cerdik banget, bisa menyerap aspirasi rakyat yang mereka wakili. Aspirasi berupa kemarahan, tindakan provokatif dan adu domba, saling curiga, “tukas Kiai Markum. “Mari kita mulai dari keluarga kita untuk memperbaiki moral, mempelajari budi pekerti kembali agar anak-anak kita mempunyai tameng ketika hidup bermasyarakat nanti!”

“Lha terus pripun, anak-anak saya Kiai? Jadi disuwuk, mboten?” tanya istri Dasrun.

Kedua anak Dasrun terlelap di pangkuan ibunya.

********************************************************************************************************

 hemm..jika pemuda tampan ini hadir pastikan bahwa ini adalah kamis pahing,dan ini adalah warming upnya mengisi laman hutan ini,di kamis pahing pertama di awal tahun 2011 ini [tentu sajah sejak hutan buka kembali ]. Pemuda ini lebih suka menyebut dirinya Drakula Tampan dari Belantara Sebelah [ DTdBS],so para wanita tunjukkan pesonamu if you’all miss him tunggu sampai kamis pahing bulan depan😀. Untuk DTdBS makasi yaa,jika sempat sapalah para perindumu🙂

******************************************************************************************

 

52 Komentar »

  1. Nok said,

    hedeeeeehhh… cakep bnr drakulanya. dan tatapannya itu loh, bikin degdegan….
    *ngeces… (pinjem istilah nDuk )😀

    • DTdBS said,

      sang drakula cuma berani nongol di jumat pahing sahaja🙂

  2. Nok said,

    hmmm.. dewasa ini kita banyak disuguhi tayangan2 yg menampilkan kekerasan. baik sinetron, reality maupun acara para wakil rakyat. Ada jg tayangan yg isinya cmn hahahihi & tak berisi.

    ah, klo tiap hari di suguhi tayangan dangkal, bisa2 jd bangsa yg bebal!

    • DTdBS said,

      dan itu semua membikin penonton indonesia menyukainya. klo diperhatikan, sidang di senayan jika ada kamara yg nyorot semua berebut mic, pengin ngomong semua

  3. masyhury said,

    Hihi…
    Ini bukan kelajutan kisah si Dasrun kan?😀
    salam kenal deh buat Drakulanya,,,😆

    • DTdBS said,

      maunya pake nama Drasun (drakula rumah susun) mas.. tp karena lagi musim dasrun.. ikut2n deh😀

  4. rice2gold said,

    kalau sedang pulkam anak sulungku suka bertanya, “kita gak boleh nonton acara tipi yang ini kan? sambil nyebut acara tipi yang dimaksud satu persatu” dan sisulung ini suka bilang keadiknya gak boleh nonton acara-acara tipi tersebut.
    Akhirnya dia hanya menunggu jam-jam acara yang boleh ditonton. Film-film dokumenter anak-anak jadi pilihan favorit sisulung dan adiknya dan serial kartun dari negara tetangga

    • DTdBS said,

      sayangnya, banyak acara anak yg mengandung unsur kekerasan dan balas dendam termasuk film2 kartun.
      sinetron dewasa ada pemain anak2, tp dialognya nggak mencerminkan dunia anak2. bingung ya, mau nyari acara tv yg pas buat anak2 kita.

  5. Nisa said,

    aku gak duwe tipi di kontrakan >_<

    kalau pas di rumah juga paling2 yang seneng taktonton BOLANG si bolang, laptop si unyil, dolpino, dkk:mrgreen:

    • DTdBS said,

      iyo nis, sakjane aku dewe yo jarang nonton tipi.
      pulang kerja jam 10 malam, mandi terus tidur. apalagi klo dapat shift malem, ga bakalan deh nonton tipi😉

  6. rubiyanto19 said,

    ha ha ha, sama dengan Nisa, kalau saya, karena rumah juga sebagai tempak kerja, jadi sengaja ndak beli TV, dari pada nanti ngeganggu kerjaan, walaupun kadang-kadang jadi bener-bener ketinggalan berita ….

    • DTdBS said,

      mas rubi, klo perkara ketinggalan berita sampeyan nggak sendirian. banyak temennya.
      pokoknya bekerja yg rajin, jgn sampe terganggu oleh siaran tv😀

  7. mamung said,

    tipi memang banyak membawa pengaruh..
    sebagai orang tua harus bisa memilah mana yang baik untuk anak-anaknya..

    heh.. dimana-mana ada dasrun…🙄

    • DTdBS said,

      mudah2n ada produser yang mempilemkan lakon dasrun ya mas😀

  8. sedjatee said,

    itu foto dasrun?
    hehehe.. keren ya…
    salam dasrunisme

    sedj

    • DTdBS said,

      dasrunnya suka gonta-ganti watak, termasuk wajahnya. tergantung di blog mana dirinya tampil.

      dasrun, yess!!

  9. Hari Mulya said,

    heh, curang, dapet fotoQ itu drmn?👿

    • DTdBS said,

      dari cropping sawah sebelah👿

  10. monda said,

    Anaknya Dasrun itu dua ya win?

    • DTdBS said,

      anak kandungnya 2, anak angkatnya 5, bu🙂

  11. zee said,

    Wow makin rame nih yang nulis tentang Dasrun…🙂

    Kalau saya, anak di rumah hanya boleh nonton tayangan khusus anak, itu juga jam2 tertentu. Ternyata sedikit banyak tayangan itu membawa pengaruh positif juga untuk dia, syukurlah….😀

    • DTdBS said,

      nah.. akhirnya tergantung bgmn peran orang tua memilihkan acara tv untuk anak2nya

  12. nDuk said,

    Kalo orang tuanya jempol, kemungkinan besar anaknya pasti jempol juga😀
    *ra nyambung🙄

    • nakjaDimande said,

      kayaknya orangtuanya bukan jempol deh nDuk.. klo gak salah namanya pak Dasrun..

      • nDuk said,

        Iya.. Mak bener..
        Kalo orang tuanya Dasrun, anaknya pasti ikut Dasrun!
        Hla iyalah…, mosok ikut nakjaDimande😛

    • DTdBS said,

      jempolnya dua, anak2nya delapan.🙄 << maksudnya apa ya?

  13. septarius said,

    ..
    semua pasti ada sisi positif dan negatifnya..😉
    pinter2 orang tua saja untuk mendisiplinkan anaknya..
    *tsahhh.. sok tahu banget.. * ^^
    ..

    • DTdBS said,

      setuju banget sama pendapatnya septarius ini.🙂

  14. Kakaakin said,

    Btw nih… disuwuk itu apa sih artinya😀

    • DTdBS said,

      disuwuk artinya diobati dengan doa atau mantra-mantra.
      jika ada anak kecil yg sakit2n atau nakal yg tidak wajar, biasanya akan dibawa ke orang pinter. lalu, oleh orang pinter itu didoakan/dimantrai sambil diusap2 kepalanya.

      • harumhutan said,

        @ DTdBS :
        orang pinter? pasti orang pinternya minumnya tolak angin yah mas:mrgreen:

  15. i like it ~pengaruh tv..~ « ~wi3nd~ from the time of im your rss reader

  16. uni said,

    sista, maap uni baru berkunjung🙂
    miz u

    • DTdBS said,

      tengkiu atas kunjungannya uni🙂

  17. Irawan said,

    wah bener tu jangankan anak-anak, lha yang dewasa saja bisa terprovokasi oleh tv

    • DTdBS said,

      terutama untuk acara2 pulitik2 itu ya mas… kita yg nggak paham apa2 jd terlarut dng apa yg disajikan.
      contonya, kita ga kenal gayus jd benci setengah mati sama dia😛

  18. advertiyha said,

    weits,, mas Dasrun sampai ke Hutan nan cantik inih,, bawa cerita penuh hikmah pulak,, ckckck… salute Wiend, trims ya pelajarannya.. bener banget tuh, TV bisa meracuni dunia…😦 *semakin khawatir sama generasiku nanti* oh tidakkkk…😦

    • DTdBS said,

      jangan lupa selalu ngelus perut dan bilang: amit2 jabang bayik…😀

  19. rismaka said,

    Haluuu wiend🙂

    • DTdBS said,

      wiend lagi nonton tipi mas ris…🙂

  20. Daplun said,

    salam kenal.

  21. fanz said,

    siapa sih si dasrun? kok terkenal banget yah.😆

    • DTdBS said,

      pokoke targetnya dasrun harus lebih tenar drpd gayus😀

  22. Zippy said,

    Karena itu orang tua wajib benar mengontrol tontonan TV anak2’nya🙂
    Btw, kok foto saya bisa ada disitu?
    Wah..gak bilang2 nih😆

    • DTdBS said,

      hi..hi… ayo diundi saja sebetulnya wajah siapa sih si DTdBS ini, semua kok mengklaim

  23. lha..disini juga lagi ngomongin dasrun..ckckck

    • DTdBS said,

      spy nggak dicap ketinggalan jaman… jangan cuekin si dasrun😛

  24. orange float said,

    tv oh tv….. dan kita harus bijak memilih program yang pas usia dan manfaatnya

    • DTdBS said,

      program yg mana ya yg pas buat anak2 kita… pusing milihnya mbak

  25. Wi3nd cay……….. apa kabar?
    maaf bunda baru sempet mengunjungimu, Wi3nd……..
    dah setengah abad ya ,,,,,mungkin….
    yg penting, wi3nd nya selalu sehat2 ya ……..🙂
    (peluk sayang dan rindu)
    salam

  26. pentingnya peran ortu mendampingi anak2 dlm menonton tayangan tv yang sebenarnya gak ada yg baik utk ditonton ….😦
    salam

  27. sansun said,

    dasrun anake loro..nisih cilik2 dah pada berkelahi kalo dah gede..gmn?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: