10 Agustus 2009

~ rePosT sMiLin9 ~

Posted in renungan.. tagged pada 03:16 oleh harumhutan

this aRtikels is verY nice ,i think, so i wanna share here with you 9aiiss,waT renun9an ajah,yiuks kita mencuba tersenyum dari HaTi :) 

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.

Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama “Smiling.” Seluruh siswa diminta untuk pergi keluar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan di depan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir, tugas ini sangatlah mudah.

Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi ke restoran McDonald’s yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.

Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri di belakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.

Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir? Saat berbalik itulah saya membaui suatu “bau badan kotor” yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil! Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.

Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang “tersenyum” ke arah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap ke arah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima ‘kehadirannya’ di tempat itu.

Ia menyapa “Good day!” sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan. Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya ‘tugas’ yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya.

Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah “penolong”nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka, dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai di depan counter.

Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan “Kopi saja, satu cangkir Nona.” Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan di restoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu).. Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.

Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka…

Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua ‘tindakan’ saya.

Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (di luar pesanan saya) dalam nampan terpisah.

Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya.. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap “makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua.”

Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah berkaca2 dan dia hanya mampu berkata “Terima kasih banyak, nyonya.”

Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata “Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ke telinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian.”

Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu.

Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata “Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan ‘keteduhan’ bagi diriku dan anak2ku!”

Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari, bahwa hanya karena ‘bisikanNYA’ lah kami telah mampu memanfaatkan ‘kesempatan’ untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.

Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin ‘berjabat tangan’ dengan kami. Salah satu di antaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap “Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami.”

Saya hanya bisa berucap “terimakasih” sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat ke arah kedua lelaki itu, dan seolah ada ‘magnit’ yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh ke arah kami sambil tersenyum, lalu melambai2kan tangannya ke arah kami. Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 ‘tindakan’ yang tidak pernah terpikir oleh saya.

Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa ‘kasih sayang’ Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!

Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan ‘cerita’ ini di tangan saya. Saya menyerahkan ‘paper’ saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, “Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?” dengan senang hati saya mengiyakan.

Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang di dekat saya di antaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.

Di akhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis di akhir paper saya. “Tersenyumlah dengan ‘HATImu’, dan kau akan mengetahui betapa ‘dahsyat’ dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu.”

Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah ‘menggunakan’ diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald’s, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: “PENERIMAAN TANPA SYARAT.”

Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!

Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya ‘sahabat yang bijak’ yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu.

Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu! Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak! Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya! Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka, tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka, hewan itu tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya.

Orang-orang muda yang ‘cantik’ adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua yang ‘cantik’ adalah hasil karya seni. Belajarlah dari PENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimu sendiri

 ** nyomot dari dibuan9 sayan9….

95 Komentar »

  1. wi3nd said,

    ** kasih senyum palin9 maniez [ FROm THE BOTTOm OF My HEART] wat para blo9ers🙂

    • ILYAS AFSOH said,

      🙂 🙂🙂

      • wi3nd said,

        🙂 ju9a..

  2. Raffaello said,

    Inspiratif yah, padahal ceritanya simple…. yah, kalo di dunia yang modern memang gitu, kesan kesan individualis nya kental banget, jadi kejadian gitu nampak begitu special

    • wi3nd said,

      heeh,san9ad inspiratif raffa🙂
      huuff.nampakna di dunia nyata suda jaran9 yan9 berbuat demikian,tapi masih ada kok yan9 mau berbuat seperti itu😉

  3. adams said,

    senyum jugaaaaa.🙂🙂🙂

    • wi3nd said,

      heheh..manieznya senyumna🙂

  4. kawanlama95 said,

    Berbahagialah laki-laki yang mempunyai Istri pemurah dan perhatian terhadap sesama. Sebuah pelajaran berharga dari sebuah kisah yang di tulis sangat apik. Moga kita mampu mengikuti kisah tersebut Amien

    • wi3nd said,

      makasi ya zam😳
      ** Loch apa seeh wi3nd bukan aku ya sob😀

      iayah zam,smo9a kita bisa seperti nyonya itu🙂

  5. adedosol said,

    Duh sgt menyentuh skl wiend smpe mrinding bulu kudug. thank critanya bgus bgt, kpn2 tak comot jg ya😀 ..skalian promosi blog baruku wiend nih adethea.com jgn lupa mampir yah, smile jg

    • wi3nd said,

      silahkan de🙂
      oks con9rats ya den9an blo9 baruna,makin sman9aad yaa🙂

  6. nakjaDimande said,

    semoga bundo dan wiend kelak jadi orang tua cantik itu, amiin..😀

    • wi3nd said,

      amien allahuma amien..
      iyah bundo insya aLLah kita bisa menjadi oran9tua yan9 cantik,tidak hanya wajah tapi hatinya🙂

  7. didta said,

    selamat sore…

  8. deady said,

    wuaaaa
    ceritanya bagussssss=D

  9. omiyan said,

    ya..kita berbagi dikala kita membutuhkan itu yang sulit padahal disanalh pahala yang besar

    • wi3nd said,

      semo9a kita bisa menjadi dari ba9ian oran92 seperti mereka yan9 sedikit itu,amien

  10. Hmm..
    Skalipun bukan cc sendiri yg lakuin..
    Tapi..
    melalu blog ini..
    Semua bisa tergugah..
    Untuk bisa lebih tidak hanya memikirkan diri sendiri..
    Bahwa kita hidup tidak sendirian..
    Makasi ya ce..😉

    • wi3nd said,

      makasi ju9a ya bud🙂
      semo9a sajah..sehin99a kita tetap bisa berba9i tanp melihat status jabatan dan ras🙂

  11. diazhandsome said,

    🙂🙂🙂 senyum gw maniiss kaaann🙂🙂🙂

    • wi3nd said,

      yah maniez yas,senyum balik aahh🙂

  12. Pakde Cholik said,

    Orang biasanya melihat casingnya saja ya kalau mau bergaul, acian. Padahal kemuliaan seseorang bukan dilihat dari phisik dan kantongnya tetapi amal ibadahnya.
    Cerita yang menyentuh dan layak untuk dicermati dan diaplikasikan dalam kehidupan masing2.
    Salam dari pakde di Surabaya.

    • wi3nd said,

      iyah pakde ituh kebayakannya..
      smo9a sajah kita nda seperti ituh ya pakde,karna pad hakekatnya kita semua sama,mhkluk ciptaan TUHAN🙂

      siip pakde smo9a kita bisa men9aplikasinkanya dLm kehidupan kita🙂

  13. edda said,

    Iya wi3nd, amat sgt menyentuh
    aq jd trharu d buatnya, huks

    • wi3nd said,

      makasi da..
      semo9a menjadi bahan pembelajaran wat kita ya dda🙂

  14. yoan said,

    humm… belum tentu ya semua orang bisa tersentuh hatinya dan tergerak tangan dan kakinya untuk membantu orang lain seperti ibu itu…
    hufh… have to try to be one like that! yosh!:mrgreen:

    • wi3nd said,

      smo9a sajah dibukakan pintu hati mreka untuk bisa berbuat seperti nyonya itu🙂
      kitaa..hemm harus bisa yo😉

  15. cantigi said,

    sebenernya, artikel yg di forward dari milis ke milis ini sudah beredar sejak 3 thn yg lalu wien.. ^_^
    but still okay, good reflection

    • wi3nd said,

      heheh..brarti aku telat doon kan9🙂
      nda papalah,nda ada kata terlamat untuk menuju kebaikan yakan kan9🙂

  16. anny said,

    Wow, sangat inspire🙂

  17. Nisa said,

    dan senyum tulus itu begitu indah ^^

    senyum = sodaqoh

    ikutan senyum yahhh😀

    ^_^

    • wi3nd said,

      iyah nisa,san9ad indah tanpa beban🙂

  18. uni said,

    senyum bikin hati bahagia ^_^

  19. shinta said,

    hikz hikz hikz… ceritanya sangat menyentuh dik wi3nd..!! tersenyum dan berbagi dengan para dhuafa akan melembutkan hati kita kan dik wi3nd…?!!

    • wi3nd said,

      m’shintaaaaaaaaaaaa.. **peyuk mba shinta
      iyah mba’ its so touchi..
      iyah bener ban9ed,semo9a kita termasuk yan9 memiliki hati yan9 lembut ituh ya mba🙂
      makasi ya mba da sin99ah🙂

  20. Yessi said,

    hai…selam kenal ya..
    blog nya bagus🙂

    • wi3nd said,

      hai yeesy🙂
      makasi suda sin99ah🙂

  21. damalyk said,

    wahh,,
    ceritanya menyentuh mbak,,
    nice post,,
    maaf mbak baru bisa berkunjung lagi yaa,,

    • wi3nd said,

      iyah,san9ad menyentuhkan de🙂
      makasi yaa..
      nda papa,fokus ke kuliah ajah🙂
      makasi ya da menyempatkan sin99ah🙂

  22. elmoudy said,

    Smiling dari hati…
    kapan ya bisa smiling dari hati setiap saat???

    • wi3nd said,

      asalkan kita mau mencubanya pasti bisa🙂
      yiukks mile from our hearth🙂
      makasi ya da sin99ah🙂

  23. sakurata said,

    Nice posting. Bahkan pas baca artikel dan komeng ini saya juga sambil tersenyum2 lho Mbak.
    Mungkin perlu digerakkan Senyum Nasional yagh, biar keruwetan yang sedang menggelayuti negeri ini segera mencair…🙂

    • wi3nd said,

      makasi🙂
      wii..asal jan9an senyum syum nda jelas ajah mas🙂
      hemm boleh ju9a,nda hanya olahra9a yan9 dimasyaraktakan tapi senyum ju9a perlu sepertina🙂

  24. 1nd1r4 said,

    eh dah pernah bacaaaa🙂

  25. bri said,

    __senyum….salamkartini janganbosan memberiilmumya..trimskartini___

    • wi3nd said,

      waaa.udah 9anti neeh bri salamna,nda salam prestasi la9i🙂
      siap brii🙂

  26. Maaf klo selama ini jarang online dan berkunjung ke blog ini, karena sekarang lagi masa-masa kuliah praktek. Ngak enak klo online terus😦

    • wi3nd said,

      its oks la9i n99a🙂
      ayoo fokus kuliah,sman9aad yaa🙂

      makasi suda menyempatkan untuk sin99ah **jadi terharu

  27. NoRLaNd said,

    Seru juga tugas sosio nya yah…
    Smile ke orang asing, en liat reaksi nya… Bakalan macem macem tuh reaksi orang.. Pasti ada yang senyum balik, en ada yang bingung…

    Met kenal y🙂

    • wi3nd said,

      he_eh🙂
      seru ajah n9liat reaksina..
      atpi waspada klu senyum ma om2 hehe
      oks,salam kenal balik ya🙂

  28. Itulah indahnya berbagi….
    Akh, seandainya sang ‘nyonya’ itu mbak wi3nd….aku mau jadi tuan nya…. (whoaaalllah….gombal kesiangan euy…he…h…he…he…)….

    • wi3nd said,

      iyah dis,berba9i meman9 indah🙂
      hihihi..tak bilan9in nyonyanya loch nanti🙂

  29. bocahbancar said,

    HHmm..Mbak sampeyan percaya atau engga, kisah itu membuatku menitikkan air mata meski hanya dua tetes dari kiri dan dua tetes dari kanan T_T

    Menjadi orang yang berguna bagi orang lain yang lebih membutuhkan adalah cita2 saya Mbak, saya selalku bersyukur dalam setiap kekurangan saya, saya masih bisa memberikan sesuatu yang berharga untuk orang lain, di situlah saya merasa sangat kaya dan Allah sangat menyayangi diriku Mbak…

    Salam semangat terus Bocahbancar “Tebarkan senyuman di setiap mahkluk Allah”

    • wi3nd said,

      percaya cah,kan dirimu lakilaki yan9 lembut hatinya🙂
      tersentuh kan kisah ini tokh ?
      amien..sun99uh cita cita yan9 san9ad mulia..
      sama aku pun ju9a sellau in9in berba9i terhadap sesama ,smo9a kita bisa menjadi ba9ian dari mreka semua🙂

      yiukss maree,kasih senyum🙂

  30. kawanlama95 said,

    kali ini aku tak menangis karena apa aku hanya sekedar mampir tuk meyapa sahabatku ini. kalo ke bogor ga perlu ke Hotelkan. ya mampir saja didikau ya kan. Met pagi .ayo sarapan.

    • wi3nd said,

      **padahal aku suda menyediakan tissue untukmu🙂
      jan9an menan9is zam,ada aku disini🙂
      trimakasi suda menyapaku dipa9i ini,waaa.kok kita bisa baren9 sarapanya? *aku ju9a la9i sarapan neeh🙂

      iyah klu kebo9or mah nda perlu n9inep dihotel😀
      tapi klu a9a jauhan baru🙂

      makasi ya🙂

  31. HumorBendol said,

    Wih..terharu banget mbak (kok terharu ya? hehe)
    Salut banget ma tokoh “saya” tadi..
    Bisa gak ya Bendol mencontoh dia?
    halah-2….Ngaca dong Ndol !!!!!
    hehe…

  32. casual cutie said,

    terharu baca kisahnya…di dunia ini jarang ada orang seperti itu, jangankan memberi, senyum aja rasanya mahal.

    • wi3nd said,

      jaran9 bukan beraRti nda adakan cas ? hehe
      kenapa bukan kita sajah yan9 menjadi ba9ian dari ketidakjaran9an ituh😉

  33. Uchan said,

    Keren😦

    terharu nih

    • wi3nd said,

      ** kasih tissue sebelum nan9is😀
      smo9a kisah tsbt bisa men9ispirasi ya chan🙂

  34. Jimmy said,

    cerita yang menggugah selerah .. loch ?? hahhaha..
    wah cerita yang mengunggah .. cuma apa itu benaran ya ?

    • wi3nd said,

      mari kita tanya 9alileo jimmon😛 heheh

  35. genial said,

    nama kampus nya apa wi3nd?!?!?

    • wi3nd said,

      unibraw *na9coo abisss..
      jan9an percaya 9en😛 hehe

  36. cow said,

    manteb dah

  37. suwung said,

    kayak pernah baca ya? ehmmm di email kah ya?

  38. Aribicara said,

    Tanganku ini juga ingin seperti tanganmu yang memberikan banyak pelajaran🙂

    Semoga saja aku bisa🙂

    Salam Wi3nd🙂

    • wi3nd said,

      ariee..,jadi😳 aku..🙂
      kita sama sama belajar rie..:)

      arie pasti bisaaaaaaaaaaa..!! **support arie full

      salam ju9a arie,makasi yaa🙂

  39. awi said,

    thanks utk renungannya wi3nd
    saya pernah baca di email
    iya penerimaan tanpa syarat emang berarti bgt
    seperti juga cinta tanpa syarat (unconditional love)

    thanks ya, selalu memberiku semangat
    miss u sis

    • wi3nd said,

      u’re weLcome sist😉
      yapz,ne ju9a dapet dari email😀

      emm..penerimaan tanpa syarat meman9 berat,tapi smo9a saja kita ato aku bisa menjalaninya dan menerimana termasuk unconditional love ituh sendiri,karna cinta meman9 tanpa syarat **jiaahhh bahasanya:mrgreen:

      trimakasi kembali wie,untukmu keseribu kalinya😉

  40. KangBoed said,

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku tersayang

    I Love U fuuuuuuulllllllllllllllllllll

    • wi3nd said,

      salam kan9 boed🙂
      **jadi makin cmaan9aad neeh🙂

  41. KangBoed said,

    hahaha.. any body home

    • wi3nd said,

      ada kan9..*sambil bukain pintu
      silahkan….🙂

  42. tuteh said,

    Inspirational story ya, sist. Senyum🙂

    Kuberi senyumku ^^; hehehe🙂

    Btw, kapan ya kita punya wedding party sendiri, sist?😀 nggak cuma ngeramein punya sodara, tetangga, temen… huhuhu. Ya Insya Allah deh. One day😀

    • wi3nd said,

      iyah teh🙂
      *kasih senyum balik ke tuteh ^_^

      insya ALLAH dise9erakan teh😉 pasti kita akan sampai dan punya our weddin9 party teh,yakin dan percayalah😉

  43. diazhandsome said,

    senyum paling indah katanya senyum dari hati… maksute opo??

    eh, gw udah apdet noh. akhirnyeee

    • wi3nd said,

      maksudnya senyum yan9 tulus yaz,bukan dibuat buat🙂
      suda mluncurrr🙂

  44. zoel said,

    sangat inspiratif… saya malah blom pernah baca..
    ni saya kasih senyum terindah🙂:mrgreen:

    • wi3nd said,

      hehehhe..makasi ya zoel senyumna🙂

  45. easy said,

    wah datang pagi2 kesini dapet pelajaran untuk senyum🙂

  46. nenyok said,

    Salam
    Hmm iya Wi3nd, setelah baca yang kedua kalinya tetep aja mata gw berembun, Great story..

    • wi3nd said,

      yah ney..its 9reat story,smo9a kita bisa sepertina ya ney🙂
      ** seelum embun ituh jatu kasih tissue ke ney😉

  47. ikoijol said,

    liVzjE blurotayghea, [url=http://aghxdrafvsri.com/]aghxdrafvsri[/url], [link=http://ytduaiiufcwx.com/]ytduaiiufcwx[/link], http://sdqxcpoguifw.com/

  48. wi3nd said,

    meski daku nda men9erti den9an bahasa dirimu..🙂
    trimakasi suda sin99ah,nanti aku ketekape yaa🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: