27 Agustus 2008

oN the bUs..

Posted in curhat diri.. tagged , pada 04:11 oleh harumhutan

saat mentari kembali keperaduannya,saat separuh bulan mulai menampakkan sinarnya,saat bintang bintang mulai bertebaran dilangit nan cerah,saat malam mulai menjelang,kulangkahkan kaki menuju sebuah rumah,kali ini aku sendiri melakukan perjalanan,ya malam ini,pada sebuah bus aku menuju,masih banyak kursi kosong yang belum terisi,tapi setiap sudut kursi telah terisi,yaa..aku tak bisa menempati tempat favorit,pojok kursi:(

kuhempaskan tubuhku pada sebuah kursi disamping perempuan berkerudung,kurapatkan jaket dan toping karna AC bus ini sangat dingin,mm..lumayan menghangatkan tubuh,mencoba menebarkan pandangan diluar sanah,jakarta malam hari tampak indah,kerlap kerlip lampu,bulan sabit yang bersinar,bintang yang bertebaran,langit cerah menambah indah malam ini,ada seorang pengamen,he is blind,mengiringi perjalanan ini,meski lagu yang dinyanyikan tak cukup bagus,tapi aku suka petikan gitarnya,subhanaloh meski buta tapi dia mampu memainkan rhytim gitar dengan apik,aku sendiri tak bisa,aku bersyukur padaMu ya Rabbi karna kau ciptakan aku sempurna,sempurna anggota tubuhku yang lengkap,tampaknya mata ini sudah mulai lelah,tapi kantuk tak jua datang,tapi aku berusaha memejamkan mata,namun tak bisa,aku melirik sebelah,mbak berkerudung ituh tampak pulas tertidur,yapz tampaknya nyenyak,karna memang perjalanan ini cukup jauh,penumpang masih belum ramai,disebelahku ada sepasang kekasih tampaknya, yang tanpa malu malu menunjukkan kemesraan mereka didepan umum,hmm..inikah gaya pacaran saat ini?atokah memang urat malu mereka telah tiada,menganut paham kebebasan seperti diluar sanah?akh..its not my busnisse.

tiba tiba pandangan mataku tertuju pada sebuah lembaran,aku kaget,keraguan ituh muncul juga rasa takut,dengan terpaksa aku bangunkan perempuan berkerudung ituh.”mbak…ada uang,ituh,aku menunjuk pada lembaran ituh,perempuan ituh melihat pada arah yang aku tunjuk,dia diam,lalu aku melanjutkan,”gimana mbak?”tadinya aku akan membiarkan uang ituh tetap tergelatak,its not mine pikirku,mbak itu berkata,”ambil sajah,nda papa.” aku ragu,tapi dia mengangguk,dengan keberanian tinggi aku mengambil uang ituh,lalu mbak?dia bilang,simpan sajah,nanti kalu ada yang kehilangan dikembalikan pd yang berhak”begitu katanya.aku sependapat dengannya,setelah sekian lama menunggu tidak ada berteriak kehilangan,aku mulai gundah,aku sendiri bisa merasakan bagaimana jika ituh aku,kehilangan uang yang tidak sedikit,aku bertanya lagi,”mbak,apa perlu sayah umumkan didepan? mbak ituh menjawab,jika kamu berteriak,maka semua orang pasti akan mengaku aku,simpan sajah,jika tak ada yg merasa kehilangan,maka ituh rezeki kamu,” tetap sajah aku tak tenang,tapi berusaha tenang,lama menunggu tak juga ada reaksi dari penumpang yang mulai ramai.

sebenarnya aku bisa sajah bersorak gembira,nemu uang gituh loch,apalagi ini tanggal tua,mana banyak lagi lumayan buat nyambung hidup heheh,sempet juga pikiran nakal merasukiku,uang ituh kupakai sajah,buat makan,ongkos,jajan,tapi tetep ada yang disumbangkan berbagi rezekilah sedikit, heheh..tapi klu mengingat orang yang terkena musibah ituh nda tega juga ya?

dilematis juga,antara apakah ini rezeki untukku?ato ini ujianku?konon katanya,jika kita menemukan uang yang bukan haknya kita akan kehilangan uang kita yang sebenarnya lebih banyak,apakah ituh mitos belaka?aku juga nda mau kehilangan uangku sendiri nantinya,duch napa ini menimpaku ya?akhirnya setelah sekian lama tak ada juga yang berteriak kehilangan,aku putuskan kupakai sajah buat ongkos berdua dengan perempuan ituh,mbak,kita pake buat bayar ongkos saja ya?jadi sayahkan tidak sendiri heheh,kelak jika ditanya malaikat disanah aku bisa menjawab,tidak kupakai sendiri uang ituh ya malaikat:) tadinya mbak ituh nda mau,dia bilang,”itu rezeki kamu,sudah simpan sajah.” tapi aku bersikeras untuk membaginya,akhirnya dia mengiyakan,sisanya kamu yang pegang ya?katanya,aku mengangguk,sedikit lega rasanya,ketika memasuki sebuah tempat dimana aku harus turun,karna tujuanku sudah sampai,kulangkahkan kaki untuk menuruni bus ituh,mbak ituh memanggilku,”makasih ya,’ katanya,aku tersenyum lembut,”iya,sama2″ sahutku. masih tersisa ditangan uang ituh,esoknya kukabari elly sahabatku,akan diapakan uang sisanya?mmm..maaf aku pakai buat makan2 dengan elly,tapi tetap aku sumbangkan kok sebagian,jadi adilkan?adilkah?sampai saat ini aku tidak tahu….

Iklan

25 Komentar »

  1. syelviapoe3 said,

    Hm…rasanya dulu pernah ngalamin kejadian kayak gitu…Tapi gak begitu banyak, sih…

    Biasanya langsung aja masukin ke infaq masjid…

    Semoga Allah SWT memberikan limpahan rezeki buat orang yang kehilangan uang itu…

  2. semoga allah tau apa yang kamu rasakan saat ini…

    memang rezeki, uang nemu, bisa menjadikan dilema…..

    buat kegiatan posiitf aja… supaya sang empunya bisa ikhlas…. 😀

  3. tuteh said,

    Kasihan yang kehilangan. Alhamdulillah yang nemu. Dilema sih dilema tapi daripada ribut orang satu bis? (gara2 diumumkan soal uang itu?) mending di keep ajah. Dan lakukan yang terbaik buat uang itu karena sesungguhnya rejeki dari Allah bisa dengan cara apa saja (selain kerja dan minta) :p huekekek *plaaksss!!* 😀

    Jangan lupa kotak amal… :p

  4. Iko said,

    Iyaaa Wi3nd, itu rejeki…. tapi Iko gak berani ngambil uang yang ditemukan. Kata mama gak boleh :D. Tapi semua kembali kepada niat baik koq Wi3nd,.. dari awal Wi3nd sudah untuk mengembalikan sama orang yg kehilangan.

  5. agil said,

    THAT IS NOT YOUR MONEY!!! Rejeki kita yg sebenarnya adalah apa yg Tuhan berikan kepada kita melewati perantara, bisa perantara seseorang atau pekerjaan. Itu rejeki kita.

    Klo kita lihat kasus di atas, tindakan lo udah bener ngambil uang itu. Stlah tidak ada yg mengakuinya, adalah kesalahan besar jika lo menganggap uang itu rejeki. Seharusnya jika memang tidak ada yg mengakui, lo sumbangin uang itu ke kotak amal. seenggaknya, itulah tata cara urutan “menemukan barang hilang” yg gw pelajari di madrasah

  6. kishandono said,

    ah.. pembenaran…. sebaiknya dibuat sedekah, hati juga tidak terbebani. dan kalo berderma janganlah yang sisa. ^sok suci banget saya^

  7. ma2nn_smile said,

    pake AC kok malah hangat…..
    moga2 tambah rahmat dan rezekinya…..
    coba itu pas bulan romadhon pahalanya bertingkat tingkat……
    keep smile and islam forever…….

  8. insansains said,

    Meninggalkan jejak dulu…! Keburu mau pulang ke rumah…!! ^_^

  9. nAsruni said,

    Allah sedang mengujimu wi3nd,
    semoga lain kalih bisa lebih bijaksana.
    kebijaksanaan bisa diperoleh dengan ilmu (juga amal),
    mencari ilmu adalah wajib bagi setiap kita..
    so, mari kita terus mencari ilmu wi3nd..

  10. Tony said,

    sudah punya niat baik sudah bagus 🙂 salam kenal yach

  11. ammadis said,

    Ati-ati lho mbak…ntar di akhirat di tagih lho….Niatin aja sejumlah uang segitu lalu sumbangkan ke masjid atau panti asuhan…aman deh…gitu kata pak kyai….

  12. insansains said,

    ^_^ oooo.. tentang uang yang hilang toh….!!

    Saya sependapat dengan agil.

    Kalo guru saya bilang, “tanyalah pada hatimu?”

    Jika menyisakan keragu-raguan, maka itu datangnya dari setan. Maka segeralah menuju pada apa yang kamu yakini, dimana hatimu menjadi tenang karenanya.

    Setidaknya hari ini, kita telah belajar bukan?

    wallahu ‘alam

  13. hehehehe
    adil lah 😀

  14. hedi said,

    adil kok mba

  15. wi3nd said,

    @ syelviapoe3:
    amiin,sebaian aku infakin ke masjid,sebagian aku bagikan pada kaum dhuafa..:)
    @ afwan auliyar:
    iya fan,sudah aku bagikan pada yang berhak,juga kotak amal masjid
    @ tuteh:
    yupz teh,sudah ku bagi2 uang ituh,semo9a yg kehilangan dilipat gandakan rejekinya:)
    @ Iko:
    sudah aman ko,kubagikan sajah pd yang berhak:)
    @ agil:
    tenang gil,kan daku cuma bertanya rejekikah?sudah kuamalkan pada yg berhak gil,juga kotak amal ituh,makasih:)
    @ kishandono:
    ehem..sudah didermakan kis pd yg berhak..:)
    @ ma2nn_smile:
    lahkan pake jaket man:)
    amiinn…
    @ insansains:
    iya san,seperti semula daku amalkan uang ituh,juga kubagikan pd kaum dhuafa,makasih:)
    @ nAsruni:
    gituh ya,yiuuk mari
    *sambil nyari nyari si ilmu* heheh
    @ tonny:
    lam knal juga ya,makasih sudah berkunjung:)
    @ ammadis:
    wah gituh ya,ya nti klu ditagih ya daku kembalikan,pake uangku sendiri,kan uang nemu ituh sudah daku bagikan heheh
    @ achoey sang khilaf:
    heheheh..:)
    @ hedi:
    makasih kang hedi:)

  16. awi said,

    waaah dapat rejeki tak terduga ya, kadang datang dari arah yg gak pernah kita sangka

  17. yodama said,

    utk ahsannya, barangkali disumbangin lebih bijak. Smg bs jd pembelajaran.

  18. wi3nd said,

    @ awi:
    entahlah wi,ituh rezeki ato ujian buatQ,makanya dilempar ke forum:)
    tapi sudah kudermakan pd yg berhak:)
    @ yodama:
    trimakasih,sudah disumbangkan kok:)

  19. nenyok said,

    Salam
    klo aku biasanya aku infaq-kan ke mesjid klo nemu2 begitu :

  20. bowbee said,

    Hmmm… aku sering sih nemu uang gitu.. Tapi hampir selalu aku kasih ke peminta-minta di jalan gitu… insya Allah lebih bermanfaat…

    Kalo jumlahnya besar banget? 25% nya aja sumbangkan. Syarat zakat barang temuan kan 10%. Setelah itu jadi milik pribadi… Tapi ya jadikanlah 25%, biar lebih lega…

  21. 3lly said,

    jadi loe bagi2 dosa pa bagi2 rezeki hehehe….alhamdulillah wi3nd titipan loe dah gw salurkan okeh!!!

  22. wi3nd said,

    @ 3lly:
    bagi2 duitlah ly yang pasti heheh
    okeh tengkyu ya da mau membantuQ..:)

  23. neng fey said,

    kirain mo dikasi ke pengamen buta itu

  24. wi3nd said,

    @ neng fey:
    including him,sudah daku dermakan ju9a,tp tidak semua,berbagi kpd yg lainnya ju9a,termasuk masjid:)

  25. Ika Lbs said,

    ada ga ya ayat yang membuktikan bahwa nemu uang itu sebenarnya bukan hak kita. Ayat mana yang menerangkan bahwa nemua barang / uang, ato apapun itu, sebaiknya kta umumkan ke publik slama 1 taon kmdn jika ga ada, mk barang / uang itu akan jadi milik kta tp dengan menyisihkan 20% dr value barang / uang itu.. thx ya, perlu banget nih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: